Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia


Status Makna Tindakan
AWAS
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam

  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu

  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal

  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas
NORMAL
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar

  • Pengamatan rutin
  • Survei dan penyelidikan

sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi

DNS (Domain Name Server)

DNS kepanjangan Domain Name Server. Fungsi DNS menerjemahkan nama Domain menjadi deretan angka IP. Sehingga untuk penamaan setiap mesin dalam jaringan, manusia tidak perlu mengetahui penamaan asli berbasis angka (alamat IP) tetapi cukup dengan nama atau isti¬lah yang dipahami oleh manusia, misalnya lab6.ittelkom.ac.id yang dalam nama berbasis IP-nya 192.168.17.254.

Secara sederhana DNS hanyalah sebuah komputer yang mencatat data host-name dan alamat ip, setiap mesin yang membutuhkan informasi dari server DNS harus mendefenisikan server DNS mana yang dia ikuti, walaupun sebe­narnya Anda bisa menjadi server DNS untuk diri Anda sendiri tetapi ini akan menimbulkan kerancuan nama, oleh karena itu dalam kenyataannya di dalam jaringan ada kesepakatan siapa-siapa saja yang menjadi server DNS, sehingga pencatatan hostname menjadi konsisten untuk semua anggota jaringan yang ada.
Berikut cara kerjanya: ketika anda melakukan query (bisa berupa ping, ssh, dig, host, nslookup, email, dan lain sebagainya) ke sebuah host misalnya durmagati.ee.kurowo.edu maka name server akan memeriksa terlebih dahulu apakah ada record host tersebut di cache name server lokal. Jika tidak ada, name serverlokal akan melakukan query kepada root server dan mereferensikan name server untuk TLD .edu , name server lokal kembali melakukan query kepada name server .edu dengan jenis query yang sama dan mereferensikan kurowo.edu . Name server lokal kembali melakukan query ke name server kurowo.edu dan mereferensikan query selanjutnya ke name server lokal yaitu ee.kurowo.edu . Kemudian name server lokal melakukan query kepada name server lokal yaitu ee.kurowo.edu dan akhirnya mendapatkan jawaban address yang diminta. Penamaan host durmagati.ee.kurowo.edu mungkin bisa diartikan nama sebuah komputer (durmagati) pada Electrical Engineering Department (ee) pada Universitas Kurowo (kurowo.edu) , atau salah.

Berkenalan dengan Rapidleech



Situs Rapidleech adalah cara membuat trik khusus yang digunakan untuk melakukan koneksi dengan situs2 fileshare ( megaupload.com, rapidshare.com, 4shared.com , dll) sangat lah marak didunia maya ini. Sebenernya konsep kerja situs rapidleech ini tidak jauh beda dengan trik menerobos masuk (melakukan download file) ke situs2 file sharing tadi tanpa harus ikut antrian pengunjung.
Kita kan tahu , selama ini situs- situs fileshare selalu mengkesampingkan user regular seperti saya ini.

Nah dengan adanya situs rapidleech, kita berusaha mengakali situs file share tadi agar bandwith (seakan – akan) menjadi besar.
Coba kita hayati fungsi rapidleech lebih dalam lagi …wkwkwk . Pada saat kita akan download file dari rapidshare.com (misalnya), maka kita akan meregenerate sebuah url download dan IP address. Nah url download dan IP address kita akan dicatat oleh rapidshare.com . Jika kita sudah selesai mendownload file, kemudian kita akan mendownload lagi, maka kita harus menunggu beberapa menit (12 s/d 30 menit) lagi (bagi downloader reguler). Hal ini masih bisa diatasi dengan memutuskan koneksi internet, kemudian mengkoneksikannya lagi. (hal ini tidak berlaku untuk IP Address statis)
Jika koneksi internet kita tergolong koneksi lambat (GPRS misalnya) maka sudah bisa dipastikan kita bakalan gagal download. Nah berawal dari permasalahan seperti ini, maka muncullah istilah Rapidleech, yang dalam hal ini tidak ada hubungan apa – apa dengan rapidshare.com (dalam hal ini sebagai server). Maka situs rapidleech ini pada dasarnya adalah sebuah server yang akan mendownload situs file sharing. Sehingga kita hanya berusaha mengalihkan penyimpanan file dari rapidsare.com dkk (baca: dan kawan kawan) ke situs – situs rapidleech tadi. Barulah kemudian kita mendownload ke PC kita dengan multiple connection (idm atau dap misalnya).
Logikanya; rapidshare dkk selalu online 7 x 24 jam akan di download oleh komputer server (situs rapidleech) yang juga selalu online. Kemudian file hasil download tadi kita simpan di situs rapidleech ini.